Cerita Sex Puaskan Janda Mabok

Jandabohay.com Situs Terlengkap Untuk Cerita Sex Dewasa| Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar || Cerita Sex Puaskan Janda Mabok

Sebagai tetangga sebelah rumah, aku cukup akrab dengan semua anggota keluarga, sehingga aku bisa keluar masuk rumahnya dengan leluasa. Oh iya, sebelum aku lupa, Mbak Tata ini orangnya hitam manis dengan payudara cukup besar. Entahlah, aku sendiri saat itu tidak tau persis, karena masih “ingusan”. Yang aku tau, ukurannya cukup membuat anak seusiaku menelan ludah, kalau melihatnya. Cerita Sex

Seperti orang Betawi jaman dulu pada umumnya, Mbak Tata ini suka sekali, terutama kalau hari sedang panas, cuma pakai bra saja dan rok bawah. Mungkin untuk mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali melihat si Mbak dalam “mode” seperti ini. Usiaku saat itu sudah memungkinkan untuk bergairah melihat tonjolan payudaranya yang hanya ditutupi bra. Tapi yang paling membuatku menahan nafas adalah bentuk dan goyangan pantatnya. Pinggul dan pantatnya bulat dan bentuknya “nonggeng” di belakang. Kalau berjalan, pantatnya bergoyang sedTatakian rupa membuat gairah remajaku yang baru tumbuh selalu tergoda. Cerita Dewasa


Cerita Sex Puaskan Janda Mabok

Cerita Ngentot Janda, Cerita Sex Janda, Cerita Mesum Janda, Ngentot Janda HOT, Cerita Ngesex Janda


Pembaca, Mbak Tata ini sudah tiga kali menjanda, dan semua warga kampung kami sudah tahu bahwa Mbak Tata ini memang “nakal” sehingga tidak ada pria yang betah berlama-lama menjadi suaminya. Mbak Tata ini suka sekali menggodaku dengan mengatakan bahwa dia pengen sekali merasakan keperjakaanku. Cerita Mesum

Suatu kali, selepas maghrib, aku ke rumahnya. Tadinya aku ingin mengajak Udin, adiknya yang temanku untuk main. Aku masuk lewat pintu belakang karena memang sudah akrab sekali. Tapi di belakang rumahnya itu, ada Mbak Tata yang sedang duduk di kursi dekat sumur. Cerita Ngentot

Aku bertanya ke si Mbak, “Udin ada?”

“Kagak, dia ikut baba (Bapak) ama nyak (Ibu) ke Depok.” jawab si Mbak

“Wah, jadi Mbak sendirian dong di rumah?” tanyaku basa basi

“Iya, asyik kan? Kita bisa pacaran.” sahut si Mbak

Aku cuma tertawa, karena memang sudah biasa dia ngomong begitu

“Duduk dulu dong Wan, ngobrol ama Mbak ngapa sih.” katanya

Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si Mbak sedang minum anggur cap orangtua. Aku tahu dia memang suka minum anggur, mungkin itu juga sebabnya tidak ada suami yang betah sama dia.

“Si Amir mana mbak?” tanyaku menanyakan anaknya

“Diajak ke Depok.” sahutnya pendek

“Mau minum nggak Wan?” dia nawarin anggurnya

Aku tidak menolak, aku juga suka minum, cuma karena orang tuaku termasuk berada, biasanya aku hanya minum minuman dari luar negeri. Tapi saat itu aku minum juga anggur yang ditawarkan Mbak Tata. Jadilah kami minum sambil ngobrol ngalor ngidul. Tak terasa sudah satu botol kami habiskan berdua. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, namun aku pura-pura masih kuat, karena kulihat Mbak Tata belum terpengaruh. Gengsi. Cerita Sex Daun Muda

Aku mulai memperhatikan Mbak Tata lebih teliti. Pandanganku tertuju ke toketnya yang hanya ditutupi bra hitam yang agak kekecilan. Sehingga toketnya seperti mau meloncat keluar. Wajahnya cukup manis, agak ke arab-araban, kulitnya hitam tapi mulus. Baru sekarang aku menyadari bahwa ternyata Mbak Tata manis juga. Rupanya pengaruh alkohol sudah mendominasi pikiranku. Cerita Sex Janda

Merasa diperhatikan si Mbak membusungkan dadanya, membuat penis remajaku mulai mengeras. Dan dengan sengaja dia membuat gerakan menggaruk toket kirinya sambil memperhatikan reaksiku. Tentu saja aku belingsatan dibuatnya. Sambil menggaruk toketnya perlahan si Mbak bertanya. Cerita Sex Tante

“Wan kok bengong gitu sih?”

Bukannya kaget, aku yang sudah setengah mabok itu malah menjawab terus terang, “Abis tetek Mbak gede banget, bikin saya napsu aja.”

Eh, dia malah merogoh toket kirinya, terus dikeluarkan dari branya.

“Kalo napsu, pegang aja Wan. Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan

“Diemut juga boleh Wan.” tambahnya

Aku yang sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayang akibat tantangan Mbak Tata.

“Boleh Mbak?” tanyaku lugu

“Dari dulu kan Mbak udah pengen buka “segel” Irwan. Irwannya aja yang jual mahal.” katanya sambil memegang kepalaku dengan tangan kirinya dan menekan kepalaku ke arah toketnya.

Aku pasrah, perlahan mukaku mendekat ke arah toket kirinya yang sudah dikeluarkan dari bra itu. Dan hidungku menyentuh pentilnya yang cokelat kehitaman. Segera aroma yang aneh tapi membuat kepalaku seperti hilang menyergap hidungku. Dan keluguanku membuat aku hanya puas mencium dengan hidungku, menghirup aroma toket Mbak Tata saja. Cerita Sex Seru

“Waan.” tegur Mbak Tata
“Apa Mbak?” tanyaku sambil menengadah

“Jangan cuma diendus gitu ngapa. Keluarin lidah Irwan, jilatin pentil Mbak, terus diemut juga. Ayo coba” Mbak Tata mengajariku sambil kembali tangannya menekan kepalaku.

Aku menurut, kukeluarkan lidahku, dan kujilati sekitar pentilnya yang kurasakan semakin keras di lidahku. Dan sesekali kuemut pentilnya seperti bayi yang menyusu pada ibunya. Ku dengar Mbak Tata mengerang, tangannya meremas rambutku dan berkata. Cerita Sex HOT

“Naah, gitu Wan. Terusin Waann. Gigit pentil Mbak Wan, tapi jangan kenceng gigitnya, pelan aja.” pinta si Mbak.

Akupun menuruti permintaannya. Kugigit pentilnya pelan, erangan dan desahannya semakin keras. Dengan lembut si Mbak menarik kepalaku dari toketnya, wajahku ditengadahkan, lalu dia mencium bibirku dengan penuh gairah. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Aku terpesona dengan permainan lidahnya yang baru sekali ini kurasakan. Getaran yang diberikan Mbak Tata melalui lidahnya menjalar dari sekujur bibirku sampai ke seluruh tubuhku dan akhirnya masuk ke jantungku. Aku terbawa ke awang-awang. TIdak hanya itu, Mbak Tata menjilati sekujur wajahku, dari mulai daguku, ke hidungku, mataku semua dijilat tak terlewat satu sentipun. Terakhir lidah Mbak Tata menyapu telingaku, bergetar rasanya seluruh tubuhku merasakan sensasi yang Mbak Tata berikan ini. “Ngesex Janda HOT”

Sambil menjilati telingaku, tangannya menarik tanganku dan dibawanya ke toketnya, sambil membisikkan, “Remes-remes tetek Mbak dong Waann.” Aku menurutinya, dan kudengar desahan si Mbak yang membuatku semakin bergairah, sehingga remasanku pada teteknya juga semakin intens.

“Aauugghh.. Sshh.. Naahh gitu Wan.”

Lalu diapun kembali menjilati daerah telingaku. Aku semakin terbuai dengan permainan Mbak Tata yang ternyata sangat mengasyikkan untukku ini. Lalu Mbak Tata kembali menciumi bibirku, dan kami saling berpagutan. Aku jadi mengikuti permainan lidah Mbak Tata, lidah kami saling membelit, menjilat mulut masing-masing. Kembali kurasakan tekanan tangan Mbak Tata yang membimbing kepalaku ke leher dan telinganya. Akupun melakukan seperti yang dilakukan Mbak Tata tadi. “Ngentot Janda Hyper Sex”

Kujilati telinganya, dan dia mendesah kenikmatan. Lagi, dia menekan kepalaku untuk mencapai teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Aku mencoba mengambil inisiatif untuk memegang vaginanya. Tangan kiriku bergerak turun untuk menyentuh bagian paling intim Mbak Tata. Tapi Mbak Tata menahan tanganku.

“Nanti dong Waan, sabar ya sayaanng.” Aku sudah gemetar menahan gairah yang kurasakan mendesak di sekujur tubuhku.

“Mbak, Irwan pengen Mbak.” Pintaku

“Pengen apa Waan,” tanya Mbak Tata menggodaku

“Pengen liat itu.” kataku sambil menunjuk ke selangkangan Mbak Tata yang masih tertutup rok merah dari bahan yang tipis.

“Pengen liat memek Mbak?” Mbak Tata menegaskan apa yang kuminta

“Iya Mbak.” jawabku

“Itu sih gampang, tinggal Mbak singkapin rok Mbak, udah keliatan tuh.” kata Mbak Tata sambil menyingkapkan roknya ke atas, sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna biru tua.

Dan kulihat segunduk daging di balik celana dalam biru tua itu. Aku menelan ludah dan terpaksa menahan untuk tidak limbung. Sungguh luar biasa bentuk gundukan di balik celana dalam itu. Aku memang baru pertama kali melihat gundukan memek, tapi aku yakin kalo gundukan memek Mbak Tata sangat montok alias tembem sekali. Dan Mbak Tata memang sengaja ingin menggodaku, dia menahan singkapan roknya itu beberapa lama, dan saat aku ingin menyentuhnya, dia kembali menutupnya sambil tertawa menggoda.

Cerita Sex Puaskan Janda Mabok


“Jangan disini dong Wan. Ntar kita digerebek lagi kalo ada yang tau.” kata Mbak Tata sambil berdiri dan menuntun tanganku ke dalam rumahnya.

Bagai kerbau dicocok hidungnya akupun menurut saja. Aku sudah pasrah, aku ingin sekali merasakan nikmatnya Mbak Tata. Dan yang pasti aku sudah telanjur hanyut oleh permainannya yang pandai sekali membawaku ke dalam jebakan kenikmatan permainan sorgawinya.

Mbak Tata menuntunku ke kamarnya. Tempat tidurnya hanya berupa kasur yang diletakkan di atas karpet vinyl, tanpa tempat tidur. Lalu Mbak Tata mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan. Mbak Tata melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu Mbak Tata menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya. “Ngesex Janda HOT”

“Wan, kamu bener-bener pengen ngeliat memek Mbak?”

Aku mengangguk, karena pertanyaan ini membuatku tidak bisa menjawab. Semakin mabok rasanya. Mbak Tata kemudian melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal celana dalamnya saja yang masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan di balik celana dalam Mbak Tata. Betapa montoknya gundukan memek Mbak Tata.

Lalu Mbak Tata berbaring telentang, kemudian dengan gerakan perlahan, Mbak Tata mulai menurunkan celana dalam sehingga terlepaslah sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi memek Mbak Tata cuma bisa menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.

Benar saja, memek Mbak Tata sangat tebal, dagingnya terlihat begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin membuatku tidak karuan rasanya.

“Katanya pengen ngeliat, sini dong liatnya dari deket Wan,” kata Mbak Tata

“I iya Mbak,” sahutku terbata sambil mendekatkan wajahku ke selangkangan Mbak Tata. Dia melebarkan kedua pahanya sehingga membuka jalan bagiku untuk lebih mendekat ke memeknya

“Niih, puas-puasin deh liatin memek Mbak, Wan.” kata Mbak Tata

Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh membuatku tidak kuat untuk tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Di bagian atas, mencuat daging kecil yang seperti menantangku untuk menjamahnya. Aromanya, sebuah aroma yang aneh, namun membuatku semakin horny.

“Udah? Cuma diliatin aja? Nggak mau nyium itil Mbak?” pancing Mbak Tata sambil dua jari tangan kanannya menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di bagian atas memeknya.

“Mm.. Mmau Mbak. Mau banget.” kataku antusias. Lalu tangan Mbak Tata menekan kepalaku sehingga semakin dekat ke memeknya. “Ya udah cium dong kalo gitu, itil Mbak udah nggak tahan pengen Irwan ciumin, jilatin, gigitin.”

Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya dengan nafsu yang hampir membuatku pingsan. Aroma kewanitaan Mbak Tata semakin keras menerpa hidungku. Mbak Tata mendesah saat bibirku menyentuh itilnya. Lalu kejilati itilnya dengan semangat, tidak hanya itilnya, tapi juga bibir memek Mbak Tata yang tebal itu aku jilati. Jilatanku membuat Mbak Tata mengejang seraya mendesah dan mengerang hebat. “Ngentot Janda Hyper Sex”

“Sshh.. Aarrgghh.. Gitu Waann.. Oogghh..”

Suara rintihan dan desahan Mbak Tata membuatku semakin bergairah menjilati seluruh bagian memek Mbak Tata. Bahkan sekarang kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir memek Mbak Tata. Tangan Mbak Tata menekan kepalaku, sehingga wajahku semakin terbenam dalam selangkangan Mbak Tata. Agak susah juga aku bernafas, tapi aku senang sekali.

Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat Mbak Tata, lalu ku jelajahi lorong memeknya sejauh lidahku mampu menjangkaunya. Tiba-tiba, kurasakan lidahku seperti ada mengemut. Luar biasa, rupanya memek Mbak Tata membalas permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan seperti mengemut lidahku. Tubuh Mbak Tata menggelinjang keras, pinggulnya berputar sehingga kepalaku ikut berputar. “Ngesex Janda HOT”

Tapi itu tidak menghentikan permainan lidahku di dalam jepitan daging memek Mbak Tata. Desahan Mbak Tata semakin keras begitu juga dengan gerakan pinggulnya, aku semakin bersemangat menjilati, dan sesekali aku menjepit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat membuat Mbak Tata terangsang, terbukti setiap kali aku menjepit itilnya dengan bibir, Mbak Tata mengejang dan mendesah lebih keras.

“Sshh, aarrghhgghh, Wan, itu enak banget waan..”

Tapi, putaran pinggul Mbak Tata terhenti, sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas. Hentakan-hentakan ini membuat wajahku seperti mengangguk-angguk. Erangannya semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya diangkat keatas, sedangkan tangannya menekan kepalaku dengan kencang ke memeknya. Dan kurasakan di dalam memek Mbak Tata ada cairan yang membanjir dan ada rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku.

Desahan Mbak Tata seperti sedang menahan sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata Mbak Tata sedang mengalami orgasme. Dan pantat Mbak Tata berputar pelan sambil terkadang terhentak keatas, dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar itu ada yang tertelan sedikit olehku, tapi setelah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun menjilati sisa cairan yang masih mengalir keluar dari memek Mbak Tata. Mbak Tata kembali menggeliat dan mengerang seperti orang sedang menahan sakit.

Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan mulutkupun masih terbenam di memeknya. Tapi aku tak peduli, aku menikmati sekali posisi ini. Dan tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian, Mbak Tata merenggangkan pahanya sehingga kepalaku bisa bebas lagi. Kemudian Mbak Tata menarik tanganku. Aku mengikuti tarikannya, badanku sekarang menindih tubuhnya, kambali bibir kami berpagutan. Lidah saling belit dalam gelora nafsu kami. “Ngesex Janda HOT”

Lalu Mbak Tata melepaskan ciumannya dan berkata, “Wan, terima kasih ya. Enak banget deh. Mbak puas. Ayo sekarang giliran Mbak.”

Mbak Tata bangun dari tidurnya dan akupun duduk. Dia mulai membuka pakaianku dimulai dari kemejaku. Setiap kali satu kancing baju terlepas, Mbak Tata mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dan saat semua kancing sudah terlepas, Mbak Tata mulai menjilati dadaku, pentilku disedotnya. Aku merasakan sesuatu yang aneh namun membuatku semakin bernafsu. Sambil menjilati bagian atas tubuhku, tangan Mbak Tata bekerj membuka celana panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku hanya tinggal mengenak celana dalam saja. Mbak Tata menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut. “Ngentot Janda Hyper Sex”

Lalu celana dalam ku diperosotkannya melalui kakiku, aku membantu dengan menaikkan kakiku sehingga Mbak Tata lebih mudah melepaskan celana dalamku. Dunia seperti terbalik rasanya saat tangan Mbak Tata mulai menggenggam tititku dan mengelus serta mengocoknya perlahan.

“Lumayan juga titit kamu Wan. Gede juga, keras lagi.” celetuk Mbak Tata.

Tak membuang waktu, Mbak Tata segera menurunkan wajahnya sehingga mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya kepala tititku dengan lembut, kemudian dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati kepala, lalu batang dan turun ke.. Bijiku. Semua dilakukannya sambil mengocok tititku dengan gerakan halus. Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan mengerang merasakan kenikmatan dan sensasi yang Mbak Tata berikan. Sungguh luar biasa permainan lidah Mbak Tata.

Setelah beberapa lama, Mbak Tata menghentikan lidahnya. Rupanya dia sudah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah cukup untuk memulai permainan.

“Udah Wan, sekarang Irwan masukkin kontol Irwan ke memek Mbak. Adduhh, Mbak udah nggak sabar pengen disiram sama perjaka. Biar Mbak awet muda Wan.” kata Mbak Tata.

Aku tak mengerti maksud Mbak Tata, tapi yang jelas, sekarang Mbak Tata kembali tiduran dan menyuruhku mulai mengambil posisi di atasnya. Mbak Tata melebarkan kedua kakinya sehingga aku bisa masuk di antara kakinya itu. Kemudian Mbak Tata memegang tititku dan mengarahkannya ke memeknya yang sudah menanti untuk kumasuki. Mbak Tata meletakkan tititku di depan memeknya, kemudian berkata, “Nah, sekarang teken Wan.”

Aku tidak menunggu lebih lama lagi. Segera kutekan tititku memasuki kegelapan memek Mbak Tata. Kurasakan tititku seperti dijepit daging yang sangat keras namun lembut dan kenyal, agak licin tapi sekaligus juga agak seret.

“Aagghh.. Pelan dulu Wan,” pinta Mbak Tata.

Saat kepala tititku sudah masuk, Mbak Tata menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin mudah untuk memasukkan seluruh tititku. Dan akhirnya terbenamlah sudah tititku di dalam memeknya. Jepitannya kuat sekali, namun ada kelicinan yang membuatku merasa seperti di dalam sorga. Kemudian Mbak Tata terdiam. DIa berkonsentrasi agaknya, karena tahu-tahu kurasakan tititku seperti disedot oleh memek Mbak Tata. Ya ampuun, rasanya mau meledak tubuhku merasakan denyutan di memek Mbak Tata ini. Tititku seperti dijepit dan tidak bisa kugerakkan. Seperti ada cincin yang mengikat tititku di dalam memek Mbak Tata. Aku agak bingung, karena aku tidak bisa bergerak sama sekali.

“Mbak, apa nih?” aku bertanya

“Enak nggak Wan?” tanya Mbak Tata

“Iya Mbak, enak banget. Apaan tuh tadi Mbak?” aku kembali bertanya

Mbak Tata tidak menjawab, hanya tersenyum penuh kebanggaan. Kemudian Mbak Tata melepaskan jepitan memeknya pada tititku.

“Sekarang kamu gerakin keluar masuk titit kamu ya Wan.” perintah Mbak Tata

Dan akupun mulai permainan sesungguhnya, kugerakkan tititku keluar masuk di lorong kenikmatan Mbak Tata. Setiap gerakan yang kubuat menimbulkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun untuk Mbak Tata. Mula-mula pelan saja gerakanku, tapi lama-lama, mungkin karena nafsu yang semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan Mbak Tata mengimbangi gerakanku dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul Mbak Tata membuat seperti ada yang mau meledak dalam diriku.

“Hhgghh.. Oogghh.. Sshh, Waann. Kamu jago banget waann..” desah Mbak Tata

Aku tidak tahu apa maksudnya, namun pujiannya membuatku semakin memacu “motor”ku menerobos kegelapan di lorong Mbak Tata. Lalu Mbak menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke kakiku sehingga kembali aku tidak bisa bergerak leluasa.

“Wan, sekarang kamu diem aja, kamu rasain aja mpot ayam Mbak.” perintahnya.

Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, namun Mbak Tata mencium bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali.

“Mbak udah mau keluar lagi nih wan, kita barengin ya sayang, Mbak tanggung pasti enak deh.” kata Mbak Tata.

Tubuh Mbak Tata diam, namun kurasakan tititku seperti dijepit dan dipijit dengan lembut, benar-benar luar biasa memek Mbak Tata. Kembali desakan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan memek Mbak Tata terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Dan akhirnya aku benar-benar tidak kuat menahan lahar yang mendesak itu. “Ngentot Janda Hyper Sex”

“Mbakk.. Adduuhh.. Sayaa..” aku tidak dapat meneruskan kata-kataku, tapi Mbak Tata rupanya mengerti bahwa aku sudah hampir mencapai klimaksku.

“Tahan Wan, Mbak juga mau nyampe nih, Barengin ya Wan.” kata Mbak Tata.

Aku tak peduli, karena aku tidak bisa menahannya, dengan erangan panjang, aku merasakan tititku mengeras dan tubuhku mengejang. Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke memek Mbak Tata, dan menyemburlah lahar yang sudah mendesak dari tadi ke dalam memek Mbak Tata.

“Mbaaaaaaaak.. Aagghh..”

Croott… Crroott… Mbak Tatapun menjerit kecil dan tubuhnya menegang, tangannya memeluk dengan kuat. Di dalam kegelapan memek Mbak Tata, semprotan air maniku bercampur dengan banjirnya air mani Mbak Tata. Aku tak bisa mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan. Pinggul Mbak Tata bergetar, dan menghentak dengan kerasnya. Memeknya berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak selaki lahar yang kumuntahkan di memek Mbak Tata, ditambah lahar Mbak Tata, rupanya tidak mampu ditampung semuanya, sehingga sebagian meleleh keluar dari memek Mbak Tata dan turun ke belahan pantatnya.

Lama kami berdiam dalam posisi masih berpelukan, tititku masih terbenam di memek Mbak Tata. Tubuh kami bersimbah peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, Mbak Tata tersenyum, lalu menciumku.

“Kamu hebat banget Wan. Baru pertama aja udah bisa bikin Mbak puas. Gimana nanti kalo udah jago.” kata Mbak Tata

“Mbak, Ma kasih ya Mbak. Enak banget deh tadi Mbak.” Kataku

“Sama-sama Wan, Mbak juga terima kasih udah dikasih perjaka kamu. Besok mau lagi nggak?” tantang Mbak Tata

“Mau dong Mbak, siapa yang nggak mau memek enak kayak gini.” jawabku sambil mengecup bibirnya. Dan kamipun kembali berpagutan. Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Sex, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Tante, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Selingkuh.

Subscribe to receive free email updates: