Cerita Sex Istri Simpanan

Jandabohay.com Situs Terlengkap Untuk Cerita Sex Dewasa| Cerita Sex Terbaru | Cerita Mesum | Cerita Ngentot | Cerita Hot | Cerita ABG | Cerita Tante tante | Cerita Sex Jilbab | Seks Bergambar || Cerita Sex Istri Simpanan

Usiaku yg sdh berkepala 3 sampai saat ini belum menikah namun aku sdh mempunyai pacar yg tinggalnya jauh , sekarang aku di semarang yg mana aku bekerja di sekitar lingkungan orang chineses, kali ini kau akan bercerita yg mana keperjakaan ku di ambil oleh istri bosku, walaupun istrinya bosku sdh mempunyai anak 3 namun bodynya semakin seksi dan bahenol.

Aku tahu dia ikut fitness rutin dan body building di salah satu sanggar senam. Mungkin untuk mengimbangi WIL suaminya yg memang sangat seksi dan suaranya kalau telepon, minta ampun, merdu sekali. Makanya bossku sampai klepek-klepek seperti burung tak berdaya.

Cerita Sex Istri Simpanan

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Dewasa Selingkuh, Cerita Mesum HOT, Cerita Sex HOT, Cerita Ngentot 2017


Bossku orang sangat kasar, selalu menang sendiri dan otoriter pada istrinya. Tidak malu dia memarahi istrinya di depan karyawannya. Namun anehnya aku cukup dipercaya. Itu dibuktikan ketika bossku suka cerita soal keluarganya, anak-anaknya juga. Aku yg paling dipercaya boleh masuk di rumah, bahkan di ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan aku punya kamar begini, tempat tidur yg luks dan enak sekali.

Aku bekerja di kantor, di bagian ekspor dan komputer. Soal komputer aku paling pandai. Komputer inilah yg membuatku lebih dekat dan mendekati wanita yg paling cakep dan seksi di kantorku. Terus terang aku sekarang punya affair dengan manager keuangan, paling cantik dia di kantorku. Seksi? Bolehlah.

Namun aku sangat ingin menikmati seks dengan Cik Denis. Wuah, aku suka membaygkan menggumuli tubuhnya yg seksi. Apalagi kalau aku melihat dari belakang. Paling membuatku tidak tahan. Habis, Cik Denis punya pantat yg aduhai sangat merangsangku.

Apalagi kalau dia memakai celana panjang. Wuah.. k0ntolku ini tegang minta ampun sampai maksimum (15 cm dengan diameter 3.5 cm). Aku suka membaygkan melakukan senggama dengannya dari belakang dengan menungging.

Aku juga ingin menikmati seks dengan adik ipar istri bossku, Cik Nina. Aku terobsesi menikmati tubuhnya yg sangat seksi. Adik ipar bossku ini lebih seksi segalanya dibandingkan Cik Denis dan Ima (manager keuangan).

Kalau ke kantor.. wah selalu berpakaian seksi dan ketat. Tubuhnya yg memang berbodi gitar, payudaranya besar, ukuran 36 kali. Wah aku ngiler kalau dia menemuiku dan bicara soal internet dan komputer. Aroma tubuh dan polah tingkahnya sangat menantangku.

Aku juga ingin menikmati tubuh Cik Nia. Cik Nia karyawan di bagian pemasaran. Aku baru sampai pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Nia. Rambutnya sebahu, aku paling suka dengan kedua payudaranya yg besar juga.

Dengan Ima, aku baru sampai pegang paha dan cubit bagian atas payudaranya dan dia diam saja atau membalas manja kalau kami naik mobil. Dengan Cik Denis, aku baru sampai pada tahap pegang-pegang tangan dan pinggang ketika aku mengoreksi pakaiannya yg seksi (padahal aku pengen memegang pinggang dan tubuhnya) tiga minggu kemudian. Cik Denis adalah peragawati di kantorku. Namun bak durian runtuh, aku malah bisa menikmati tubuh istri bossku yg tak pernah kuduga. Cerita Sex Terbaru

Dengan kekasihku sekarang, aku belum pernah melakukan hubungan seks. Paling bercumbu sampai aku telanjang dan dia tinggal CD-nya saja. Kuharap ini kekasihku yg terakhir. Terus terang aku ingin menikahinya. Makanya aku tahan seksku padanya sampai pernikahan nanti.

Dua bulan kemudian, kira-kira jam 9 malam, aku ditelepon istri bossku untuk menemuinya di hotel Santika. Dari suaranya, pasti ada masalah dengan suaminya. Hampir jam 10 malam aku baru sampai di lobby hotel. Dari lobby, aku kontak Cik Rere dan menyarankan aku lewat lift dari basement dan langsung masuk ke kamarnya.

Aku turun ke bawah (basement) dan dari sana aku dengan lift naik ke lantai 6. Aku memencet bel kamarnya dan dibuka oleh Cik Rere sendiri yg memakai kaos dengan bukaan rendah dan celana pendek. Wah, aku terkesiap melihat bukaan dadanya yg makin montok sehingga membuatku berpikir yg bukan-bukan dengannya.

Di kantor, kalau aku menghadapnya (Cik Rere juga direktur keuangan) aku seolah dibiarkannya melihat belahan dadanya. Bukannya ditutup (mestinya bisa) dengan blasernya, namun blaser diregakkan saja dan dibuka lagi seolah membiarkan kedua belahan dadanya untuk kunikmati. Belahannya putih agak kecoklatan dengan leher panjang. Wah.. aku menelan ludahku sendiri.

Aku dipersilahkannya masuk dan duduk.

“Dimana koh Edward(suaminya), Cik..” kataku.

“Ooo suamiku ke Jakarta,” katanya.

“Ada apa sih Cik kok malam-malam begini?” Tanyaku.

Cik Rere mengambil dua minuman coke dan mematikan TV kemudian duduk di kursi (dia menariknya ke arah tempat tidur) agak mengahadapku. Cik Rere menerahkan Coke padaku dan aku minum hampir setengahnya.

Cik Rere mulai gelisah dan aku bertanya lagi, “Ada apa Cik?”. Dengan menahan tangis Cik Rere menceritakan WIL suaminya yg di Jakarta. Cik Rere memang sdh tahu perseLingkungan suaminya itu.

Tadi sebelum ke Jakarta, Cik Rere pesan agar Ko Edward hati-hati. “Kurang apa sih aku ini,” katanya. “Aku istri baik, memberikan padanya tiga anak.” Cik Rere menikah sangat muda dengan tiga anak. Anak yg bungsu sdh kelas 1 SD.

“Aku juga ikut senam dan membuat tubuhku tambah seksi,” katanya melanjutkan sambil menangis. “Sejak suamiku punya WIL, aku dibiarkannya merana dua tahun terakhir ini,” lanjutnya sambil menangis.

Aku terpaku mendengar itu semua, tidak tahu apa yg harus kukerjakan. Apalagi ketika dia tambah menangis keras. Kedua tangannya menutup wajahnya yg tertunduk. Wah, untung ruangannya kedap dan terkunci. Kemudian kutarik kursiku dan duduk lebih dekat dengannya, di depannya.

“Cik,” kataku memecah kesunyian. “Cik Rere sabar ya? Pasti ini akibat Puber ke dua,” kataku. Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya. Cik Rere terdiam mendengar perkataanku seolah membenarkan. Ko Edward usianya 45 tahun, Cik Rere 37 tahun usianya. Jadi kupikir puber kedua setelah membaca buku psikologi yg pernah kupelajari.

Cik Rere memandangiku sebentar dan kemudian meledak tangisnya dan ya ampun, dia merebahkan kepalanya di pahaku. Aduh, mati aku. Aku nggak bisa menahan sesuatu yg bergerak mengeras di balik celanaku.

Kuelus lagi kepalanya dan beberapa nasehat meluncur dari mulutku sementara pikiranku macam-macam. Apalagi aku bisa melihat belahan pungungnya (karena pakai kaos rendah). “Kok nggak pakai BH,” batinku.

Kuraba kepala dan pundaknya, kulihat tangisnya mereda walau belum selesai benar. Karena aku tidak tahan dengan birahi di dadaku, aku telusurkan saja tanganku ke arah punggungnya yg terbuka bagian atas.

Aku saat itu sdh sangat sengaja melakukannya dengan takut-takut. Oh my God, Cik Rere diam saja ketika aku melakukannya. Kuelus leher belakang, kepala belakangnya dan kuberanikan mengangkat kepalanya dengan memegang kedua pipi dan telinganya dari samping.

“Cik Rere,” kataku sambil mata kami berpandangan. Kuambil sapu tanganku dan kuusap air mata di wajahnya. “Bibirnya bagus sekali,” pikirku. Ini kali pertama aku melihatnya sedekat ini, apalagi dia adalah direktur keuanganku.

Kami berpandangan dan ya ampun, dia memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya. Aku ingat kekasihku kalau kami mau bercumbu, dia pejamkan matanya dan bibirnya dibuka sedikit.

Kasihan Cik Rere, aku pikir pastilah suaminya sdh lama sekali tidak menjamahnya, menyetubuhinya. Karena kesempatan itu datang, kuraih saja bibir Cik Rere. Kukecup beberapa kali sebelum akhirnya aku mengulum bibirnya dan Cik Rere membalasnya.

Oh God, aku dapat durian runtuh malam ini. Pikiranku sdh dipenuhi dengan birahi dan ingin menikmati tubuh Cik Rere di Hotel Santika malam ini. Ahh, lembut sekali bibirnya, kami menikmatinya dan lidahnya, lidahku menari-nari.

Kutelusuri lehernya yg panjang dengan mulutku sementara tanganku memegangi tangannya, meremasnya. Ahh, Cik Rere kegirangan menyambut cumbuanku. Dia pasrah. Apalagi ketika tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar kaosnya yg tanpa BH itu.

Aku menikmati sementara mulutku menelusuri lehernya dan turun lagi memutari dada atasnya. Cik Rere mendesah-desah dan mendesis kegirangan. Kemudian kami berdekapan, kutuntun Cik Rere ke arah tombol musik yg tersedia dan kuraih chanel yg tersdia di hotel. Kami berdekapan lama sambil berdiri mengikuti irama musik instrument.

“Aku milikmu Jo, malam ini.” kata Cik Rere memecah kesunyian. Aku dipanggilnya dengan Jo, seperti yg biasa dia lakukan di kantor. Dia berkata begitu sambil tangannya melepas celanaku, bajuku dan semua yg melekat padaku.

Aku telanjang di depannya. Didekapnya aku, diraba dan elusnya batang k0ntolku yg sdh mengejang keras. Jantungku serasa lepas. Kemudian kami bercumbuan lagi. Aku membalikkan tubuhnya dan kucumbui Cik Rere dari belakang.

Mulutku menelusuri lehernya, punggungnya, pipinya, telinganya dan dilingkarkannya tangan Cik Rere di kepalaku, kulumat bibirnya. Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan membuat gumpalan itu makin mengeras.

Cik Rere menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Ahh, pemandangan yg indah kulihat. Kulepas kaos merahnya dan betapa indahnya kulihat payudara Cik Rere, masih kencang dan cukup besar, puntingnya berwarna coklat sangat ranum dan membuatku lebih terangsang untuk memetik kedua payudaranya yg siap panen dan kunikmati dengan mulutku.

Kubiarkan Cik Rere menikmati sensasi-sensasi yg kustimulasikan pada tubuhnya. Cik Rere membiarkan aku meremasi lembut kedua payudaranya. Kulihat Cik Rere memejam dan menggeliat-geliat melengkung ke depan.

Aku ingin menelanjanginya. Kuraih celana pendeknya dan kulorotkan ke bawah, Cik Rere melepas sendiri. Aku sekarang melihat gundukan pink di balik celana dalamnya. Kuraba gundukan itu dan Cik Rere bertambah menikmati dengan desah dan geliatnya. Kustimulasi dengan kedua tanganku sesaat dan akhirnya tanganku kumasukkan ke celana dalamnya, kulepaskan dan sekarang aku benar-benar melihat Cik Rere telanjang di dekapanku.

“Basah Cik,” kataku.

“Iya, aku sdh nggak tahan Jo. Aku sangat menikmati cumbuanmu sampai sekarang, dan aku ingin kau membuatku terpuaskan Jo. Ayo lakukanlah..” Pinta Cik Rere dengan manja padaku.

“Namun Cik.. aku..” aku ingin katakan bahwa aku belum pernah melakukannya pada wanita.

Gelora birahi di dadaku memuncak dan batang k0ntolku sdh tidak tertahankan lagi. Cik Rere kupeluk erat dan membiarkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Ahh, manja sekali Cik Rere ini, pikirku. Kukecup pipinya, dahinya.

Kukecup telinganya dan Cik Rere sangat menikmati sensasi gelora seks yg kulakukan padanya. Kubalikkan tubuhnya lagi dan Cik Rere berhadapan denganku. Aku mencumbuinya lagi. Dibiarkannya mulutku menelurusi leher dan dadanya.

Aku hampir tidak tahan menahan geliat tubuhnya. Apalagi ketika aku sampai di dadanya. Ahh, aku sangat menikmati kedua payudaranya. Kuputar lembut dan membuat Cik Rere membusungkan dadanya sehingga aku semakin leluasa.

Lenguhan, desahan dan geliatnya makin membuat birahiku meledak-ledak. Kupaguti bergantian kedua payudaranya. Kukulum kedua puntingnya bergantian dan membuat tubuh Cik Rere makin menggeliat dan akhirnya aku tidak kuat lagi menahan tubuhnya, kubiarkan terjatuh di tempat tidur.

Kubiarkan Cik Rere makin ke tengah tempat tidur, aku memandangi tubuhnya yg indah. Cik Rere membuat gerakan-gerakan yg menandakan letupan birahinya sehingga membuatku sangat terangsang.

Apalagi ketika dibukanya kedua kakinya dengan diangkat pahanya. Betapa menggairahkan. Kulihat gundukan hitam di puncak selangkangannya. Malam ini, pastilah akan menjadi malam pertamaku menyetubuhi wanita dan Cik Rere lah yg akan membuatku tidak perjaka lagi.

Ini tekadku malam ini. Aku ingin memberinya kesan dan sensasi yg mendalam tentang diriku.

Kudekati tubuh Cik Rere dari samping. Tangannya menarikku. Kucumbui Cik Rere lagi. Aku mencumbuinya dari atas ke bawah dengan tubuhku merambat di atasnya. Kunikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku menggapai kedua kakinya menelusuri lubang v4ginanya, membuat Cik Rere menggeliat mendesah lagi.

Kutelusuri perutnya akhirnya aku sampai di lubang v4ginanya. “Oh, wangi sekali,” pikirku. Namun belum sempat aku bertindak lebih lanjut, diraihnya batang k0ntolku dan dikulumnya. Aku mendesis kenikmatan.

Disedotnya batang k0ntolku hingga masuk penuh di mulutnya. Ohh, ini pertama kali mulut wanita mengulum batang k0ntolku. Betapa nikmatnya sampai aku hanya bisa berkata “Ooohh Cik.. ahh..” dan pinggulku tergoyang-goyang mengikuti sensasi yg Cik Rere berikan melalui batang k0ntolku.

“Oooh Cik, saya nggak kuat, mau keluar Cik,” kataku.

Namun tak ada sahutan. Yg ada hanya hisapan dan kuluman yg makin membuat batang k0ntolku mengeras. Aku mencoba menahan diri dengan menikmati lubang v4ginanya dengan mulutku.

Akhirnya aku tidak tahan dan kumuntahkan sperma hangatku penuh di dalam mulut Cik Rere. Aku terdiam.. inikah namanya orgasme? Kulihat Cik Rere sangat menikmati dengan apa yg baru saja terjadi.

“Thanks ya Cik,” kataku. Dia hanya tersenyum tipis dan memelukku. Kucumbui lagi Cik Rere dan aku sangat suka menikmati kedua payudaranya dengan putingnya yg ranum. Hal ini membuat Cik Rere bergelinjang kenikmatan.

Kalau mulutku memaguti dan menggulumi yg kiri, tangan kananku meremas lembut yg kiri, begitu sebaliknya. Aku seperti bayi yg menikmati ASI dari samping. Kulihat gerakan kakinya yg merangsangku. Kemudian sambil mulutku mengulum payudaranya, kujulurkan tanganku menggapai lubang v4ginanya.

Cik Rere makin menikmati permainanku ini. Kuelus lubang v4gina dan sekitarnya, membuat gerakan kakinya membuka lebar, semakin lebar menantiku menyetubuhinya. Kurasakan lubang v4ginanya yg makin membasah dan akhirnya ketika kedua kakinya masih mengangkang, aku bergerak dan berada diantara kedua kakinya.

Kupandangi lubang v4ginanya dan kunaikkan kaki kirinya, aku menciumi pahanya lembut menukik ke bawah dan akhirnya aku mencumbui lubang v4ginanya. Kepalaku diremas-remas dan ditekannya, kudengar geliat dan desahnya makin menjadi-jadi.

Kedua kakinya terbuka lebar di depanku. Aku sangat menikmati lubang v4ginanya. Ini kali pertama aku mencumbui lubang v4gina wanita. Aku mulai merasakan cairan dan membuatku makin terangsang dan Cik Rere memintaku agar aku segera menyelesaikannya.

Ditaruhnya kedua kakinya di pundakku dan batang k0ntolku yg sdh kembali menegang kutuntun memasuki lubang v4ginanya. Kumasukkan sedikit demi sedikit dan kuputarkan di seputar lubang v4gina Cik Rere yg membuatnya melenguh kenikmatan sejadi-jadinya. Aku memasukkan lagi dan lebih dalam lagi dan akhirnya tertanam penuh di lubang v4gina Cik Rere.

Kupegangi kedua tangannya, aku diam sejenak merasakan sensasi kenikmatan di sekeliRere batang k0ntolku, kemudian kugoyangkan lembut sementara mulutku menikmati kedua puting susunya bergantian.

Aku terus menggoyang lembut di seputar dinding kemaluannya. Aku merasakan Cik Rere mau orgasme. Kupercepat goyanganku dan kudengar suara teriakan tertahan, tubuh Cik Rere mengejang dan menjepit batang k0ntolku kuat-kuat.

Seketika itu aku merasakan spermaku mau keluar lagi. Akhirnya aku menikmati saat akhir yg sangat menggairahkan. Cik Rere mencapai orgasme, juga aku. Aku merasakan sangat kenikmatan. Aku tidak perjaka lagi.

“Thanks ya Cik,” kataku. Kukatakan itu ketika aku mengecup telinganya, bibirnya, dahinya dan menelusuri lehernya juga dadanya yg meninggalkan warna kemerahan. Tangannya masih agak menggelepar di kanan kiri seperti pelepasan.

“Cik, ini kali pertama aku menyetubuhi wanita,” kataku melanjutkan. Cik Rere tersentak dan aku meyakinkannya.

“Cik Rere lah yg merenggut keperjakaanku malam ini,” kataku sambil mengecup dahi dan pipinya.
Aku dipeluknya erat lagi dan aku membalasnya.

Malam itu aku tidur di hotel sampai pagi dengan kehangatan tubuh Cik Rere di pelukanku. Rasanya tubuh Cik Rere menjadi selimut hangat buatku. Pagi-pagi aku pulang ke rumah dan masuk kerja seperti biasanya walau aku merasa ngantuk.

Namun aku minum obat penguat agar tidak ngantuk dan terbukti cukup kuat menahan rasa kantukku. Apalagi juga dengan kedatangan Cik Rere. Senyumnya sungguh beda. Aku suka. Dan lagi-lagi aku sangat tertarik dengan kedua payudaranya yg pagi itu nampak lebih mempesona buatku.

Cik Rere sepertinya bangga. Aku diteleponnya dari ruangannya dan berkata terima kasih dan senang karena dapat membuatku tidak perjaka lagi.

“Gila!” Pikirku. Pengalaman dengan Cik Rere membuatku makin terobsesi menikmati tubuh gadis dan istri orang di kantorku. Aku ingin menikmati tubuh Cik Denis. Aku ingin menyetubuhi Ima, Nia dan Cik Nina adik ipar Cik Rere.

Gila! Ketika aku menulis tulisan ini, aku sdh makin jauh dengan Nia. Dia istri Mas Budi. Aku ingin menikmatinya. Dan sdh kurencanakan di hotel dekat dengan rumahnya. Aku sdh belikan dia daster hitam untuk dipakai nanti dan dia menerimanya dengan suka hati. Ada hotel berbintang disana.

Sementara dengan Cik Rere, aku masih terus berhubungan. Yg paling gila adalah aku menyetubuhinya di rumahnya sendiri, di sofa di ruang multimedia. Dia memanggilku ke sana saat suaminya ke luar negeri dua minggu kemudian. Karena memang aku pandai komputer dan multimedia.

Jadi Cik Rere memakai alasan itu. Aku menyetubuhinya berkali-kali dan Cik Rere mengajariku berbagai posisi. Aku suka posisi dogy style, padahal sdh kurencanakan mau kuterapkan nanti untuk Cik Denis.. entah kapan, namun menjanjikan. Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Sex, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Tante, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Selingkuh

Subscribe to receive free email updates: